8/20/2013

Berani


Hari Pertandingan.
Tim berkumpul pukul 10.00 bertepatan dengan bel istirahat berbunyi, sebelum berangkat mereka berdoa kepada Allah SWT agar selamat sampai tujuan, sedangkan Pak Budi akan menyusul menggunakan tunggangannya yang khas... Honda Beat hitam. Perjalanan dari Majalengka menuju Kuningan menghabiskan waktu hampir satu setengah jam, membuat mereka kelelahan, namun tetap mereka dituntut untuk tetap fokus di pertandingan. Mereka hanya memiliki waktu sekitar 30 menit untuk beristirahat.
"Ini pertandingan kita, saatnya kita lakukan apa yang seharusnya kita lakukan, dua kata, KALAHKAN MEREKA!!!" Alfian menyemangati rekan-rekannya sebelum memulai pemanasan.
Sekilas terlihat, postur tubuh smansa dan Garawangi tidak terlalu jauh, relatif sama, soal skill? biar pertandingan yang memberikan jawaban.
PRIIIIITTT!! Wasit meniup peluit, menandakan waktu pemanasan telah habis, kedua tim menuju bench masing-masing.
Starting five dari smansa adalah Riza(12), Alfian(6), Yudi alias Kudil(10), Adit alias Dwiki(13), dan Diego alias Sukri*ini becanda(5), seperti biasa sebelum bertanding mereka berdo'a dan menyuarakan teriakan khas "Allahuma sholi ala sayyidina muhammad" "Sholi alih" kemudian mereka masuk lapangan, semua mengambil posisinya masing-masing, Diego bersiap untuk melakukan jump ball musuhnya lebih tinggi sekitar 3 cm darinya, dan...... pertandingan pun dimulai.
Garawangi memangi jump ball, mereka mencoba memainkan tempo lambat, passing antar pemain terlihat begitu terjalin dengan baik, berbeda dengan smansa yang terlihat grogi, komunikasi belum berjalan dengan baik hingga mereka tertinggal 4-0. Smansa mencoba mengejar, dimotori oleh pemain nomor 12 sebagai pembagi bola cukup ampuh merusak pertahanan Garawangi, keahliannya menipu musuh menggunakan teknik pasing tanpa melihat/ no look pass memudahkan teman-temannya mencetak angka, sehingga keadaan berbalik menjadi 12-8. Smansa terlihat lebih pede dalam menyerang dan bertahan, sehingga mereka menjauh, hingga quarter ketiga skor menunjukan angka 32-20. Melihat timnya berada di atas angin, Pak Budi mencoba melakukan pertaruhan, pemain inti mereka diganti, hanya menyisakan Alfian dan Kudil di lapangan, yang paling mengejutkan adalah dimainkannya Irfan alias Preman, yang notabene masih baru dalam dunia basket.
Bayu yang menggantikan Riza sebagai pembagi bola, mencoba mencari celah, dia melakukan drive ke dalam, namun kesulitan, karena pemain Garawangi menutup pergerakannya, alhasil bola di passing ke luar kepada Preman. Preman memegan bola, rekan-rekannya berteriak "Shooting, Shooting" dia memang kosong, otaknya mulai kacau, antara shooting atau passing, pemain musuh mendekat mencoba menutup ruang tembaknya. Insting yang belum terasah membuat dia bingung, akhirnya dia memutuskan untuk menembak, bola terlihat melambung begitu tinggi..
waktu seakan terasa berhenti....
putaran bola begitu indah....
Badan Syahrini jauh lebih indah... (ini beneran indah, tapi gak nyambung)
Apalagi Body dari Miyabi begitu Indah...  *lalu yang membayangkan mimpi basah
dan.... BAM!!!! bola masuk, 3point dari Preman, amazing !! dia sendiri seolah tidak percaya, matanya seperti anak kecil yang diberi uang 1 milyiar, hampir tidak mungkin namun bisa saja terjadi.
Selanjutnya pertandingan berjalan monoton, namun masih di dominasi oleh smansa, PRIIIITTT!! bunyi peluit dari wasit dan umpire  menandakan pertandingan berakhir, Smansa menang dengan skor 40-28, Preman menjadi bintang, entah bintang sanepa entah bintang sobo, merk minuman semacam ale-ale.

Pertandingan kedua melawan SMA 3 Kuningan
Hari ini smansa dijadwalkan bertanding pukul 16.00 melawan SMA 3 Kuningan, sang tuan rumah! Letak sekolah mereka dengan tempat pertandingan sekitar 100 meter, bisa ditempuh dalam beberapa menit saja. Apalagi waktu pertandingan yang dilaksanakan sore hari, anak-anak sekolah sudah bubar, dipastikan sang tuan rumah siap didukung penuh oleh pendukungnya.

Koridor sekolah terlihat begitu ramai karena bel istirahat baru berbunyi lima menit yang lalu, anak-anak basket berkumpul di depan ruang UKS, bersiap untuk berangkat.
"Gimana nih, kita langsung berangkat?" Diego terlihat sudah tidak sabar untuk bermain (re: meninggalkan sekolah untuk tidak belajar)
"Tunggu dulu, Preman lagi ngurus dispensasi" Alfian menjawab
"Lama banget perasaan, gue kira udah dari pagi"
"Nunggu tanda tangan kepsek dulu go, tenang aja"
"Gimana nih, siap gak buat pertandingan sekarang?" Adit alias Dwiki mencoba mengalihkan pembicaraan, dia terlihat cukup gugup.
"Pasti siap, siap menang, siap diliatin cewek-cewek juga hahaha" Riza menjawab dengan Pede nya, membuat rekan-rekannya menyoraki dan tertawa bersama.
Ketika sedang bercanda dan tertawa, datanglah Preman bersama Septian alias Kentit.
"Prem gimana?" Alfian bertanya, tangannya masih menempel pada kepala Riza yang tersungkur karena di bully
"Kita gak dapat ijin, soalnya maen kan jam empat sore, sekarang masih jam sepuluh" Mendengar itu, semua perasaan pemain terasa dijatuhi bom atom, merusak mood mereka untuk bermain (re: meninggalkan pelajaran sekolah)
"Jadi, kapan kita boleh pulang?"
"Nanti aja katanya pulang sekolah jam dua sore"
"Ah TTTTAAAAAIIIIIIIIIIII!!!" Tiba-tiba Riza menjerit keras
"Sssstttt, kamu jangan gitu kita harus nerima keputusan sekolah"
"Bukan gitu yan, ini beneran tai, liat deh belakang kamu"
"........."
Setelah bermusyawarah mereka memutuskan untuk pergi pukul 12.00, dengan alasan ijin, bukan meminta dispensasi. Alhasil lagi-lagi mereka di cap jelek, padahal mereka memikirkan perjalanan menuju Kuningan cukup menguras tenaga, apalagi menggunakan motor, namun apa mau dikata? mereka adalah siswa sedangkan yang berwenang adalah guru.

Mereka akhirnya berangkat pukul 12.30 dibawah terik matahari yang begitu menyengat, panas menemani perjalanan mereka menuju Kuningan. Hanya Preman dan Diego yang memilih membawa motor, sedangkan sebagian lainnya naik mobil Bayu dan Lazuardy.
Perjalanan dilalui mereka dengan santai, daripada buru-buru takutnya mereka datang masih lama menuju waktu pertandingan. Preman dan Diego memilih berangkat terlebih dahulu, disusul mobil Bayu, kemudian Lazuardy.
Ketika Preman, Diego dan mobil Bayu sudah sampai di tempat tujuan, mobil Lazuardy tak kunjung tiba. Lima menit, sepuluh menit, lima belas menit, tidak terasa, waktu menunjukan pukul 15.00, Bayu mengeluarkan HP nya, menelpon Alfian yang berada di mobil Lazuardy.
"Dimana?"
"Mobilnya mogok, mesinnya kepanasan, biasalah mobil tua"
"Kalau bisa dipercepat yan, kita udah mau main sekitar empat puluh menit lagi"
"Gimana mobil ini bay, berdoa aja biar cepet gak panas"
Waktu terasa begitu cepat, namun Alfian dkk tak kunjung tiba. Pak Budi menyuruh pemain yang sudah datang untuk segera ganti baju dan pemanasan, biarkan Alfian dll menyusul.
Priiiiiiittttt!!!!! Pertandingan sebelum Smansa telah selesai, namun Alfian dkk masih belum juga tiba! mereka mulai panik, beberapa pemain starter kemarin ada di mobil Lazuardy. Ketika Bayu akan menelpon Alfian lagi, akhirnya mereka datang sudah memakai sepatu. Wajah mereka terlihat panik, pucat, dan sedikit ragu. Apalagi setelah masuk Gor, mereka disambut dengan teriakan-teriakan yang memojokan dari suporter lawan "Pulang saja pulang, jauh-jauh dari Majalengka untuk kalah, mending pulang!!". Langkah mereka dipercepat untuk melewati tribun penonton menuju bench.
Seperti biasa, sebelum bertanding mereka berdoa dulu dan melakukan teriakan khas "Allahuma sholi ala sayyidina muhammad" "Sholi alih" lalu terdengar teriakna "WUUUUUUUUUU" dari penonton.
Starting five Smansa sama sekali tidak ada perubahan, sama seperti pertandingan melawan Garawangi.
Satu persatu pemain berjalan menuju wasit dan umpire, menyalaminya satu persatu, tangan mereka terasa dingin, bukan karena udara disana, namun mereka grogi.
Diego bersiap untuk jump ball, dari pihak lawan pun siap, wasit memberi tanda kepada time table sudah siap atau belum, dan bola dilemparkan ke atas, pertandingan dimulai!!!

0 komentar:

Posting Komentar